Jumat, 16 April 2010

Tindakan Segera Serangan Jantung Maksimal 12 Jam

 JANTUNG merupakan salah satu organ tubuh yang bersama organ lainnya memengaruhi setiap gerak manusia. Begitu pentingnya hingga “korslet” sedikit saja, berdampak bagi sistem kerja organ lainnya.

Menurut World Health Organization (WHO), penyakit jantung koroner (PJK) merupakan penyebab utama kematian, yang meliputi 12,2 persen (7,2 juta) kematian di seluruh dunia. Di Indonesia sendiri, riset kesehatan dasar yang dilakukan Departemen Kesehatan pada 2007 menunjukkan, PJK merupakan penyebab kematian kedua tertinggi dengan persentase 9,7 persen dari seluruh kematian.

PJK merupakan suatu penyakit kronis akibat kurangnya aliran darah ke jaringan otot jantung. Penyebab utamanya adalah bertumpuknya material secara terus-menerus di arteri (arteriosclerosis) dan penyempitan arteri yang berkaitan dengan hal tersebut. Penderita PJK merasakan gejala nyeri dada (angina) atau tanpa gejala (silent ischemia).

Angina (nyeri dada karena kurangnya aliran darah) sebagai akibat dari PJK sangat berpengaruh pada kualitas hidup seorang pasien. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa angina menyebabkan hilangnya banyak keberfungsian fisik. Pasien juga mengalami insomnia dan depresi, bahkan pada pria mengalami disfungsi ereksi.

Di Indonesia, angka kasus penyakit jantung semakin bertambah setiap tahunnya seiring perubahan gaya hidup yang serba instan. Selain itu, faktor risiko seperti merokok, konsumsi alkohol berlebihan, hipertensi, diabetes, dan kolesterol tinggi turut memperpanjang deretan penderita penyakit jantung.

“Faktanya, lebih banyak pria yang menderita penyakit jantung dibanding wanita. Kemudian, kebanyakan berusia di atas 40-50 tahun,” jelas DR. dr. Muhammad Munawar, SpJP (K), FIHA, FESC,FACC, FSCAI, FAPSIC, FASCC, FCAPSC, ahli penyakit jantung RS Khusus Jantung Binawaluya di acara Media Briefing & Experience “Penyumbatan Pangkal Pembuluh Koroner Kiri (left main) di RS Jantung Binawaluya, Jakarta, Kamis (15/4/2010).

Pasien yang mendapatkan serangan jantung, ditegaskan DR Munawar, harus memeroleh penanganan segera, tidak lebih dari 6-12 jam. Jika terlambat, maka bisa jadi nyawa taruhannya. Pertolongan pertama adalah pemberian obat tromboliasis.

“Obat ini harus diberikan maksimal pada enam jam pertama serangan agar gumpalan darah bisa hancur. Efektivitasnya 70 persen. Hasil akan lebih bagus jika diberikan pada tiga jam pertama. Jika dengan cara ini pasien tak juga tertolong, bisa diambil tindakan lain, yakni PCI (Percutaneous Corronary Intervension),” papar Ketua Perhimpunan Spesialis Dokter Kardiovaskular Indonesia (PERKI) ini.
 
http://lifestyle.okezone.com/read/2010/04/15/27/323127/tindakan-segera-serangan-jantung-maksimal-12-jam 

Digg Google Bookmarks reddit Mixx StumbleUpon Technorati Yahoo! Buzz DesignFloat Delicious BlinkList Furl

0 komentar: on "Tindakan Segera Serangan Jantung Maksimal 12 Jam"

Posting Komentar