Jumat, 04 Juni 2010

Penjualan iPad Tembus 2 Juta Unit

SAN FRANSISCO - Apple mengklaim penjualan iPad telah tembus dua juta unit di seluruh dunia.

Kurang dari sebulan, setelah Apple mengumumkan kesuksesannya menjual sekira satu juta unit iPad, kali ini mereka mengaku telah menjual dua juta unit iPad, kurang dari seminggu setelah iPad diluncurkan ke pasar global.

"Pelanggan di seluruh dunia saat ini sedang berkutat dengan sihir iPad. Tampaknya mereka akan menyukainya, sama seperti kami," ujar CEO Apple Steve Jobs dalam keterangan resminya yang dilansir melalui MacWorld, Selasa (1/6/2010).

Dalam keterangannya tersebut, selain memaparkan keberhasilan penjualan iPad, Jobs juga mengungkapkan permohonan maafnya kepada pelanggan yang dianggap sudah setia menunggu sekian lama kehadiran iPad di kancah internasional.

"Kami menghargai sekali kesabaran yang telah dilakukan kalian terhadap kami, dan kami pun bekerja cukup keras memproduksi iPad sehingga semua orang bisa mendapatkannya," ujar Jobs.

Sebagai tambahan dari keterangan ini, Apple juga mengungkapkan telah menyediakan tambahan sekira 5.000 aplikasi khusus untuk iPad, menambah jajaran apllikasi lainnya di App Store yang kini telah berjumlah 200.000.
read more...

Nvidia: untuk Tablet, Android Lebih Baik dari Windows

LOS ANGLES - CEO Nvidia Jen-Hsun Huang berpendapat bahwa Android akan menjadi kekuatan mayoritas perangkat tablet generasi berikutnya, ketimbang Windows.

"Windows terlalu besar dan terlalu banyak fitur untuk smartbooks dan tablet, ini tidak sesuai dengan tablet. Kabar baiknya adalah bahwa kita akhirnya memiliki sistem operasi yang menyatukannya, yaitu Android," kata Huang, kepada PC World, yang dilansir Rabu (2/6/2010).

"Android adalah sistem operasi yang telah mendapatkan sejumlah momentum besar di seluruh dunia. OS tersebut telah menjadi sistem operasi yang paling cepat berkembang di dunia mobile dan, pada kenyataannya, melampaui Apple iPhone dalam hal pertumbuhan dan pengguna," tambahnya.

Namun, Huang menekankan bahwa Google harus terus melakukan inovasi yang lainnya, sehingga dapat memberikan sentuhan daya yang lebih baik generasi baru dari komputer tablet.

"Andy Rubin dan timnya di Google tahu persis di mana industri harus pergi," kata Huang.

Dijelaskan lagi, Android memang dimulai sebagai perangkat ponsel, tapi tidak menutup kemungkinan pada mereka bahwa tablet dengan OS ini akan menjadi sangat penting dan akan terus berkembang dan ditingkatkan dalam kemampuan tertentu, untuk menjadi sistem operasi tablet yang baik.
read more...

Virus dari Inggris

LONDON - Inggris sekarang bertanggung jawab untuk hampir enam persen virus internet yang tersebar dunia. Ini artinya mengalami kenaikan dua kali lipat angka dari bulan sebelumnya.

Menurut data yang dikeluarkan Network Box, kenaikan selama bulan Mei tersebut menyebabkan Inggris merupakan sumber virus terbesar ketiga di dunia, setelah Amerika Serikat di posisi kedua dengan 11 persen dan Korea Selatan di tempat pertama yang memiliki angka 16 persen.

Sementara itu Rusia yang selama ini menjadi negara penyebar virus terbesar di Eropa, lambat laun mengalami penurunan. Ini disebabkan karena ditutupnya hosting PROXIEZ-NET, yang sering digunakan untuk para penjahat cyber.

"PROXIEZ-NET telah menutup diri dan menegaskan untuk tidak lagi digunakan sebagai hosting untuk kejahatan cyber. Ini mempengaruhi Rusia juga," tulis analisis Internet Network Box Simon Heron, seperti yang dikutip Security Watchdog, Jumat (4/6/2010).

"Namun, itu tidak berarti bahwa penjahat cyber tidak akan bisa kembali bangkit dan berjalan di urutan cukup cepat Kami melihat penurunan dramatis dalam spam sebagai hasil dari shutdown McColo," tambahnya.
read more...

Ponsel Dual Sim Murah Dari Raksasa NOKIA

Ponsel ini akan dipasarkan dengan harga mulai 30 euro, atau setara Rp 330 ribu.Beberapa waktu lalu, Nokia meluncurkan Nokia C3 di Indonesia. Selang beberapa hari, Nokia memperkenalkan empat varian baru ponsel seri C dengan harga terjangkau yang disasarkan pada segmen pengguna tingkat awal (entry-level user).

Empat ponsel berdesain candybar itu, seperti dilansir laman Cellular News, Jumat 4 Juni 2010, adalah trio Nokia C1, termasuk C1-00, C1-01, dan C1-02, serta Nokia C2.

Seperti diketahui, beberapa tahun terakhir, pangsa pasar Nokia secara global tergerus sedikit demi sedikit sejak kehadiran ponsel-ponsel murah dan smartphone, terutama di pasar negara-negara berkembang.

Di Indonesia, terlihat jelas bahwa animo pasar cukup besar menyambut kehadiran ponsel-ponsel China, yang mengklaim sebagai ponsel merek lokal, karena harganya yang relatif murah.

Menyiasati situasi tersebut, untuk mempertahankan kepemimpinannya di pasar negara berkembang, raksasa vendor ponsel asal Finlandia itu mencoba bangkit dengan berbagai strategi. Di antaranya dengan menghadirkan ponsel anyar berbujet rendah.

Nokia C1, yang akan dipasarkan dengan harga mulai 30 euro atau Rp 330 ribu (belum termasuk pajak), menjadi ponsel seri C termurah yang menawarkan fitur dual SIM. "Pengguna bisa dengan mudah menahan tombol bawah untuk mengganti kartu SIM. Ini akan membantu fleksibilitas pengguna saat mereka bepergian ke luar daerah atau bahkan lintas negara," ujar Alex Lambeek, vice president Nokia.

Selain dual SIM, raja ponsel dunia itu juga mengunggulkan usia baterai. Tiap-tiap baterai yang disematkan pada tiga seri C1 diyakini mampu bertahan hingga enam minggu, waktu standby terlama yang pernah diklaim untuk produk Nokia.

Namun, kemampuan C1 benar-benar terbatas. Selain hanya menampung 500 phonebook, ia juga tak memiliki akses data GPRS, Wi-Fi, USB, Bluetooth, bahkan kamera.

Nokia C2 relatif lebih baik. Dari segi desain pun, fisiknya nampak lebih elegan. Selain menampung phonebook hingga 1.000 entri, ponsel berkamera VGA (640x480 piksel) ini juga dilengkapi dengan akses data GPRS (32-48 kbps). Di samping itu, C2 juga mempunyai Bluetooth, Java platform, dan microSD yang bisa dikembangkan hingga 32GB.


Untuk harga retail, keempat seri C ini diestimasi berkisar di antara 30-45 euro atau 335-500 ribu rupiah.  Nokia C1-00 kemungkinan akan dibanderol dengan harga 30 euro, C1-02 di harga 35 euro, C1-01 39 euro, dan C2 sekitar 45 euro.

Nokia C1 (C1-00) dijadwalkan akan beredar pada kuartal ketiga tahun ini, dan C1 (C1-01) akan menyusul di kuartal berikutnya. Sementara Nokia C1 (C1-02) dan Nokia C2 akan mulai dikapalkan pada akhir tahun 2010. Belum ada keterangan resmi dari Nokia lebih lanjut terkait pengapalannya di Asia atau Indonesia.
read more...